Profil Franz
Pada Mei 1876, dalam Pameran Dunia Keenam yang diadakan di Philadelphia, Amerika Serikat, Franz Reuleaux, insinyur Jerman yang dijuluki Bapak Dinamika Mekanisme, mengakui dengan rasa menyesal bahwa produk-produk Jerman memiliki kualitas yang buruk. Ia juga mengkritik prinsip produksi kalangan industri Jerman pada masa itu, yaitu mengejar harga murah namun menghasilkan barang tiruan dan berkualitas rendah.
Ucapan blak-blakan Bapak Franz Reuleaux membangkitkan kalangan pengusaha Jerman. Orang Jerman memanfaatkan peluang zaman penyatuan negara dan revolusi industri, terus mengeksplorasi inovasi teknologi, serta mengembangkan produk dengan tekun dan sungguh-sungguh. Akhirnya mereka berhasil membalik keadaan, menghapus julukan "barang tiruan" dari buatan Jerman, dan menjadikan "Made in Germany" simbol kualitas yang penuh ketelitian.
Harus dikatakan, kini "Buatan Tiongkok" tidak berbeda dengan "Buatan Jerman" di masa lalu. Saat ini, kita berada di masa sejarah transformasi Tiongkok dari negara manufaktur besar menjadi negara manufaktur tangguh. Menghadapi peluang zaman ini, kita tidak hanya memerlukan teknik produksi asal Jerman, melainkan juga semangat manufaktur khas Jerman.
Franz menyadari hal ini dengan mendalam. Sambil mempelajari teknologi Jerman dan metode manajemen canggih yang telah berkembang selama hampir seratus tahun, ia juga mengumpulkan tim inti yang telah mendalami teknologi lift Jerman lebih dari 15 tahun. Perusahaan secara aktif mewarisi semangat kerajinan tangan Jerman yang sudah berusia seabad, membuka babak gemilang di bidang lift rumah untuk vila di Tiongkok melalui kualitas unggul, serta menghormati Bapak Franz dengan reputasi yang luar biasa.